
Untuk menilai seseorang, kita lebih baik memperhatikan apa yang dia bicarakan. Apa yang dikatakan seseorang hanya mewakili 7% maksud dan sisanya 93% ditampilkan dalam gerak tubuh.
Siapapun yang ditawarkan sesuatu untuk menjadi tanggung jawabnya, ia akan lebih mudah menolak. Semua pria yang sekarang belum nikah, mengetahui bahwa wanita lebih cepat mengatakan “Tidak” dibanding “Ya” jika ditawari menikah. Jika wanita bilang “Ya” maka akan langsung bertanggung jawab untuk melahirkan anak dan mengurusi serta membesarkannya.
Orang perlu tahu bahwa orang lain berbohong padanya. Hal ini penting untuk membatu orang lain mendapatkan sesuatu yang dia tolak. Sewaktu orang lain berbohong, tampilkan kepercayaan karena menghormatinya. Lalu, dalam pembicaraan berikutnya, kamu atur bicara yang membuat ia tahu anda mengabaikan yang dia katakan.
Dengan demikian dia jadi ragu, apakah kamu mengetahui kebohongannya. Tidak perlu dia tahu bahwa anda mengetahuinya karena dapat membuat dia malu. Jika dia malu, dia akan berbohong kembali untuk menutupi kebohongannya.
Kebanyakan orang begitu sadar dibaca langsung beku. Tanpa berbicara apapun, orang yang beku akan kelihatan sedang menyembunyikan sesuatu. Jadi semakin orang mau memperhatikan kamu, kamu harus semakin santai.
Ada gerak tubuh yang bisa dibaca, yaitu kedipan mata. Kedipan mata itu teratur untuk melubrikasi, membasahi bola mata supaya tidak kering. Kalau kedipan mata itu berlebihan, berarti ada sesuatu yang menekan orang itu untuk menyembunyikan jendela hatinya, Karena mata itu jendela hati. Orang yang habis bertengkar kemudian baikan, jarang sekali melakukan kontak mata karena takut ketahuan bahwa dia belum ikhlas.
Kebohongan bisa dilihat dari tingkah lakunya yang suka salah. Perilaku jiwa tidak bisa dilihat kecuali dalam gerakannya. Orang yang dari duduk kemudian berdiri, dari diri kemudian bersandar itu ada niatan. Berarti jangan sepelekan yang dilakukan orang dalam gerakan tububmya, karena itu adalah manifestasi dari yang terjadi di jiwanya.